Buah Ketekunan dan Kepedulian Lingkungan: MI Negeri 2 Purbalingga Panen Sayur Caisim

 

Purbalingga - “Siapa yang menanam, dia yang menuai”, tampaknya peribahasa ini sangat cocok untuk menggambarkan suasana Jumat siang kali ini (17/10/2025) di MI negeri 2 Purbalingga.  Di bawah sinar matahari yang cerah, kepala MI Negeri 2 Purbalingga mengajak seluruh guru dan perwakilan siswa untuk bersama-sama memanen hasil tanaman caisim. Jika diruntut lagi ke belakang, maka sudah enam minggu sejak bibit caisim itu ditanam di kebun madrasah. Seluruh warga madrasah terlibat dalam kegiatan ini, mulai sejak tahap pengolahan tanah, penyemaian benih, penyiraman hingga perawatan tanaman. Proses inilah yang membuat para guru dan siswa merasa puas dan antusias ketika bisa merasakan hasil dari benih yang ditanam sendiri. Hasil panen caisim pun sangat membanggakan. Tanaman caisim tumbuh subur dan segar.

 

 

Kegiatan memanen ini tentu saja menjadi hal yang baru bagi siswa. Jika biasanya mereka hanya langsung menyantap sayur yang sudah tersaji di meja makan, kali ini mereka merasakan pengalaman berbeda – menikmati hasil jerih payah sendiri sejak menanam hingga memanen. Dengan bimbingan guru, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual dan menyenangkan, dimana teori dan praktek dipadukan secara harmonis. Melalui kegiatan berkebun, peserta didik tidak hanya belajar tentang proses pertumbuhan tanaman, tetapi juga memahami makna kesabaran, kerja sama, dan rasa syukur atas karunia Allah SWT.

 


 

 

Kepala MI Negeri 2 Purbalingga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh guru dan siswa atas kerja sama dan semangat yang ditunjukkan. “Kegiatan panen ini bukan hanya tentang memetik sayuran, tetapi juga memetik nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap alam,” ujar H. Achmadi.

 

News writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Ahmad Fauzi

 

MI Negeri 2 Purbalingga Gelar Doa Bersama dan Aksi Bersih Lingkungan Dukung Pembangunan Zona Integritas WBK

 

 

Purbalingga – Dalam rangka mendukung suksesnya Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, seluruh warga madrasah MI Negeri 2 Purbalingga menggelar kegiatan do'a bersama dan aksi bersih lingkungan  musola madrasah pada Jumat (17/10/2025).


Kegiatan dimulai dengan do'a bersama yang diikuti oleh kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan serta para siswa. Do'a terkhusus dipanjatkan agar seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga senantiasa diberi kekuatan, keikhlasan, dan integritas yang tinggi dalam menjalankan amanah, serta sebagai ikhtiar agar Pembangunan Zona Integritas berjalan lancar dan membawa manfaat bagi publik atau masyarakat luas.

 

 

 

Setelah kegiatan do'a bersama, dilanjutkan dengan aksi bersih lingkungan di sekitar musola madrasah. Siswa dan guru bergotong-royong mengumpulkan sampah dengan cara memilah antara sampah organik dan anorganik.

Sampah organik yang telah terkumpul kemudian dimasukkan ke dalam lubang biopori sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan salah satu  upaya pengolahan sampah menjadi pupuk kompos. Sementara itu, sampah anorganik dikumpulkan untuk di daur ulang atau dibuang ke tempat penampungan akhir sesuai jenisnya.

 

 

 

Kepala madrasah menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekedar rutinitas kebersihan, tetapi juga merupakan bentuk nyata dukungan madrasaha terhadap nilai-nilai integritas, tanggung jawab, dan kepedulian lingkungan yang sejalan dengan semangat Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

 

 

“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran bersama, bahwa integritas dimulai dari hal-hal kecil, seperti disiplin, bersih, dan peduli terhadap lingkunga.” ujar Kepala MI Negeri 2 Purbalingga, H. Achmadi.


Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga madrasah dapat meneladani nilai-nilai kejujuran, kerja sama, dan tanggung jawab, serta turut serta menjadi bagian dari gerakan untuk mewujudkan Kementerian Agama yang bersih, melayani, dan berintegritas tinggi.

 

 

News writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Ahmad Fauzi

Anak Sehat, Belajar Semangat: Cegah Cacingan Sejak Dini, Siswa MI Negeri 2 Purbalingga Ikuti Pemberian Obat Cacing dari Puskesmas Karangjambu

 

 

Purbalingga — Dalam rangka menjaga kesehatan dan mencegah penyakit akibat cacingan, seluruh siswa MI Negeri 2 Purbalingga pagi ini (15/10/2025) menerima obat cacing dari Puskesmas Kecamatan Karangjambu pada kegiatan yang berlangsung di masing-masing kelas.  Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Puskesmas dan MI Negeri 2 Purbalingga, dengan dukungan penuh dari orang tua siswa, sebagai upaya bersama dalam meningkatkan kesehatan anak usia sekolah melalui program nasional Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Cacing.


Kedatangan petugas puskesmas Kecamatan Karangjambu disambut dengan ceria oleh anak-anak, karena Petugas Puskesmas tidak hanya membagikan obat, tetapi juga menyampaikan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kesehatan dengan hangat dan komunikatif.  Anak-anak antusias mendengarkan penjelasan tentang bagaiman cara yang benar ketika meminum obat cacing, pentingnya sarapan pagi dan menjaga kebersihan kuku, bahkan petugas puskesmas mendampingi seluruh siswa untuk meminum obat cacing secara langsung di madrasah. Dengan pendampingan ini, diharapkan semua anak benar-benar meminum obat sesuai dosis yang dianjurkan. Guru-guru turut serta membantu memastikan setiap siswa mengunyah obat dengan baik, sementara suasana tetap ceria dan menyenangkan.

 

 

“Kegiatan ini penting untuk menjaga kesehatan anak-anak agar tumbuh kuat dan aktif belajar tanpa terganggu penyakit cacingan,” ujar salah satu petugas Puskesmas saat memberikan edukasi kesehatan kepada siswa di kelas VI.

 

 Apa Itu Obat Cacing?


Obat cacing adalah obat yang digunakan untuk membasmi cacing parasit yang bisa hidup di dalam tubuh manusia, terutama di saluran pencernaan. Cacing ini biasanya masuk ke tubuh melalui tangan atau makanan yang kotor. Jenis cacing yang umum menyerang anak-anak antara lain cacing gelang, cacing tambang, dan cacing kremi.


Tujuan Pemberian Obat Cacing


Pemberian obat cacing memiliki beberapa tujuan penting, yaitu:

  1. Mencegah infeksi cacingan ;
  2. Menjaga daya tahan tubuh; serta
  3. Mendukung tumbuh kembang optimal.


Cara Minum Obat Cacing yang Benar



Petugas Puskesmas menjelaskan kepada siswa dan guru cara minum obat cacing dengan benar:

  1. Obat diminum setelah makan, agar tidak menyebabkan perut terasa mual.
  2. Diminum dengan cara dikunyah terlebih dahulu lalu ditelan dengan bantuan air putih.
  3. Pastikan anak tidak memuntahkan obat agar khasiatnya bekerja dengan baik.
  4. Diberikan setiap enam bulan sekali sesuai anjuran petugas kesehatan.

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh seluruh siswa MI Negeri 2 Purbalingga. Banyak di antara mereka yang awalnya tampak ragu, namun dengan pendampingan guru dan petugas kesehatan, akhirnya semua anak berhasil meminum obat dengan baik.

 

Di akhir kegiatan setelah semua guru memastikan kegiatan minum obat cacing bersama sudah terlaksana, kepala MI Negeri 2 Purbalingga menyampaikan apresiasinya kepada puskesmas atas kerja sama yang baik dalam menjaga kesehatan anak-anak madrasah.


“Kami berterima kasih kepada Puskesmas yang telah datang dan mendampingi anak-anak kami. Semoga kegiatan ini terus berlanjut agar semua siswa MI Negeri 2 Purbalingga selalu sehat dan semangat belajar,” ujar H. Achmadi.

 

 

Melalui kegiatan ini, MI Negeri 2 Purbalingga menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program kesehatan madrasah. Dengan tubuh yang sehat, anak-anak siap belajar, bermain, dan berprestasi lebih baik!

 

 

News writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Wahyu Setiawan, Ahmad Fauzi

Workshop Kurikulum Merdeka Day Three: Serunya Bahas P5RA & Deep Learning

 

 

Purbalingga, 14 Oktober 2025 — Rangkaian Workshop Kurikulum Merdeka di MI Negeri 2 Purbalingga memasuki Day Three, kegiatan kembali menghadirkan Wiwik Ekawati sebagai narasumber, yang kali ini membahas topik menarik dan inspiratif, yakni P5RA (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila  Rahmatan lil ‘Alamin) serta konsep Deep Learning dalam pembelajaran.

 

Sejak pagi para guru terlihat siap melanjutkan proses belajar setelah dua hari sebelumnya menyusun perangkat pembelajaran dan asesmen. Narasumber, Wiwik Ekawati, membuka sesi dengan menggugah semangat peserta untuk menjadikan pembelajaran di madrasah tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.


 

Dalam sesi P5RA, peserta diajak mengenal langkah-langkah penyusunan dan pelaksanaan proyek berbasis tema yang relevan dengan konteks kehidupan peserta didik. Narasumber berbagi praktik baik tentang bagaimana pelaksanaan P5 di sekolah yang dinaunginya. Dalam penuturannya beliau menyampaikan bahwa sebagai kepala sekolah sekaligus sekolah penggerak sudah sepatutnya menjadi garda terdepan dan sumber percontohan bagi Instansi Pendidikan lainnya terutama dalam penerapan kurikulum Merdeka. Kisah inspiratif yang beliau bagikan ini tentu saja membuka mata sekaligus menggugah semangat para peserta tentang bagaimana seharusnya penerapan P5 yang sesuai dengan landasan yang benar.


Selanjutnya,  Wiwik Ekawati memperkenalkan konsep Deep Learning atau pembelajaran mendalam. Beliau menjelaskan bahwa pembelajaran di Kurikulum Merdeka tidak hanya menekankan hafalan, tetapi lebih pada bagaimana guru mampu menghadirkan pembelajaran yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan. Para guru diajak mempraktikkan cara menyusun kegiatan belajar yang mampu mendorong siswa mengolah rasa, otak, hati, dan raga.

 

 

Suasana sesi tanya jawab pun tidak kalah menarik. Diskusi antara narasumber dan peserta berlangsung hangat dan interaktif. Banyak guru yang antusias berbagi pengalaman serta menanyakan strategi penerapan P5 maupun Deep Learning di kelas-kelas. Narasumber pun tidak sungkan berbagi contoh konkret dan tips praktis agar guru dapat menerapkannya secara sederhana namun efektif.

 

Menjelang akhir kegiatan, workshop ditutup dengan serangkaian acara penutupan yang berlangsung penuh haru dan kebersamaan. Kegiatan diawali dengan sambutan dari kepala madrasah, dilanjutkan dengan penyampaian pesan dan kesan dari peserta, yang diwakili oleh Ahmad Fauzi, beliau mengungkapkan rasa syukur dan bangga dapat mengikuti kegiatan bermanfaat ini, dan berharap bisa bertemu kembali dalam suasana yang lebih baik.

 

Sebagai penutup, seluruh peserta dan narasumber berfoto bersama sebagai bentuk kenangan manis atas tiga hari pembelajaran yang penuh inspirasi. Senyum dan semangat terpancar di wajah semua yang hadir — menandakan semangat baru untuk terus belajar, berinovasi, dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di MI Negeri 2 Purbalingga.

 

Dengan berakhirnya Day Three, seluruh rangkaian Workshop Kurikulum Merdeka: Implementasi dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran resmi usai. Guru-guru MI Negeri 2 Purbalingga kini siap melangkah dengan pengetahuan baru, semangat baru, dan tekad kuat untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.

 

News writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Ahmad Fauzi

 

Workshop Kurikulum Merdeka Day Two: Mengulik Prosem, Prota, KKTP, dan Asesmen Bersama Budi Soekarnos

  


Purbalingga, 13 Oktober 2025 — Workshop Kurikulum Merdeka di MI Negeri 2 Purbalingga berlanjut ke Day Two dengan semangat belajar yang tetap membara. Jika pada hari pertama peserta dibimbing oleh Wiwik Ekawati, maka kali ini giliran Budi Soekarno yang hadir sebagai narasumber, membagikan ilmu dan pengalamannya seputar penyusunan Prota (Program Tahunan), Prosem (Program Semester), KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran) dan Asesmen.


Sejak pagi, suasana madrasah sudah terasa berbeda. Para guru datang dengan membawa catatan dan hasil kerja dari hari sebelumnya, siap melanjutkan proses penyusunan perangkat pembelajaran yang lebih lengkap.

 


 

“Kurikulum Merdeka memberi ruang bagi guru untuk berkreasi. Tapi kebebasan itu perlu diiringi dengan perencanaan yang jelas agar arah pembelajaran tetap terukur,” ujar Budi Soekarno mengawali sesi.

Beliau kemudian menjelaskan bagaimana Prota dan Prosem menjadi fondasi penting dalam mengatur alur kegiatan belajar selama satu tahun dan satu semester. Guru diajak memahami bahwa dokumen ini bukan hanya formalitas, melainkan peta jalan pembelajaran yang membantu guru menyiapkan pengalaman belajar terbaik bagi peserta didik.


Setelah penjelasan, peserta langsung berlatih menyusun Prota dan Prosem sesuai dengan fase dan mata pelajaran masing-masing. Suasana belajar terlihat aktif — para guru berdiskusi, saling bertukar ide, dan menyesuaikan alokasi waktu kegiatan dengan kondisi nyata di madrasah.


Sesi berikutnya berfokus pada  dan KKTP dan Asesmen. Budi Soekarno menekankan menentukan KKTP yang realistis namun tetap menantang. Terkait Asesmen sebagai alat untuk memahami perkembangan belajar siswa, bukan sekadar alat penilaian hasil akhir. Beliau juga memberikan contoh-contoh asesmen diagnostik, formatif, sumatif.

 

 

Para peserta tampak antusias tidak ragu mengajukan pertanyaan. Beberapa guru bahkan membagikan pengalaman praktik penilaian di kelas mereka, yang kemudian ditanggapi langsung oleh narasumber.


Menjelang akhir kegiatan, setiap kelompok diminta menyusun rancangan KKTP berdasarkan Alur Tujuan Pembelajaran yang telah dibuat di hari pertama dan rancangan asesmen sederhana. Pada sesi ini peserta mempresentasikan hasil kerjanya satu per satu yang disambut dengan pertanyaan dan tanggapan dari peserta lain yang membuat suasana workshop hari ini semakin menarik.


Dengan selesainya workshop hari kedua, para guru kini semakin siap menuju Day Three, yang akan menjadi puncak dari rangkaian workshop.


 

News writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Ahmad Fauzi

 

Workshop Kurikulum Merdeka Day One: From Theory to Action! Guru MI Negeri 2 Purbalingga Antusias Menyusun Modul Ajar

 

 

Purbalingga, 11 Oktober 2025 —  Guru MI Negeri 2 Purbalingga yang berjumlah 12 orang mengikuti Workshop Kurikulum Merdeka: Implementasi dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran yang dilaksanakan selama tiga pertemuan, yaitu pada tanggal 11, 13, dan 14 Oktober 2025. Kegiatan ini menghadirkan Wiwik Ekawati sebagai narasumber utama yang memberikan pendampingan langsung kepada para guru dalam memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di madrasah.


Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat. Seluruh peserta yang hadir bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah, menciptakan suasana nasionalisme dan kebersamaan yang kuat. Hadir pula Ketua Komite Madrasah, Wakhidin, yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan peningkatan kompetensi guru ini.


Sebelum memasuki acara inti, Kepala MI Negeri 2 Purbalingga, H. Achmadi, menyampaikan sambutan hangatnya. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya komitmen dan keseriusan seluruh peserta dalam mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.


“Silakan ikuti workshop ini dengan baik, kita patut bersyukur bisa menyelenggarakan workshop bersama narasumber yang berpengalaman. Semoga ilmu yang diperoleh dari workshop ini dapat benar-benar dipahami dan diterapkan dalam tugas harian sebagai guru.” ujar beliau.

 

 

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi tentang Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, dan Modul Ajar. Setelah menyimak pembahasan dari narasumber, para guru langsung diajak untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dengan menyusun modul ajar. Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok berdasarkan jenjang fase yang diajarkan masing-masing guru.


Suasana kegiatan terasa hidup dan interaktif. Para peserta berdiskusi dengan antusias, saling berbagi ide, dan mencoba menyesuaikan modul ajar dengan karakteristik siswa di kelas mereka. Narasumber Wiwik Ekawati juga memberikan bimbingan langsung kepada setiap kelompok serta meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasilnya. Dalam sesi ini, peserta dipersilakan mengajukan pertanyaan secara bebas jika menemui kendala atau membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

 

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan guru-guru MI Negeri 2 Purbalingga semakin memahami konsep dasar Kurikulum Merdeka serta mampu mengembangkan perangkat pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berpusat pada siswa.


Kegiatan workshop Kurikulum Merdeka: Implementasi dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam meningkatkan kompetensi pendidik guna mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi seluruh siswa.

 



News writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Ahmad Fauzi

 

Penyuluh Agama KUA Karangjambu Tekankan Pentingnya Adab dan Akhlak dalam Menuntut Ilmu

 


Purbalingga, 7 Oktober 2025 –Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karangjambu menggelar kegiatan penyuluh agama yang diisi dengan materi tentang adab dan akhlak bagi  siswa. Kegiatan ini dilaksanakan di mushola Al Khawarizmi dan diikuti oleh siswa kelas IV ini dipimpin oleh Fakhrudin, yang memberikan penjelasan mendalam tentang nilai-nilai adab sebagaimana dinukil dari kitab ‘Alala, kitab yang biasa dibaca oleh anak-anak setiap pagi di MI Negeri 2 PurbalinggaD.

 

 

Dalam penyampaiannya, Fakhrudin menekankan pentingnya menjaga adab dan akhlak sebagai pondasi utama dalam menuntut ilmu. Ia juga mengingatkan bahwa mencari ilmu tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga harus disertai dengan enam syarat utama, yaitu:

  1. Cerdas, Yang dimaksud di sini bukanlah orang ber-IQ tinggi atau berketerampilan hebat, namun semua orang yang memiliki kemampuan untuk belajar. 
  2. Semangat. Meskipun seseorang sudah memiliki potensi dan kemampuan belajar, hendaknya ia tekun atau semangat mengikuti semua proses pembelajaran yang ada.
  3. Sabar, Bersabar dengan segala proses yang pasti banyak kendala yang akan menghadang, baik dalam tekanan mental, fisik, spiritual, maupun materi. 
  4. Biaya, Dalam menuntut ilmu tentu butuh biaya (bekal), tidak mungkin menuntut ilmu tanpa biaya (bekal)
  5. Petunjuk guru, Dalam mencari ilmu, seseorang sering tidak baik untuk menyimpulkan sesuatu sendiri secara terburu-buru, atau dari pengetahuannya sendiri secara serampangan, sehingga petunjuk dan pengarahan dari seorang guru yang arif dan bijak menjadi penting.
  6. Lama waktunya, Ilmu tidak bisa didapat dengan tergesa-gesa. Lama sebentarnya suatu proses belajar memang relatif, namun ia harus didapatkan dengan proses dengan jangka waktu tertentu, supaya didapatkan kepahaman yang baik serta cara bagaimana mengamalkannya

 

Selain itu, beliau juga memberikan metode belajar yang benar, di antaranya dengan cara mengulang pelajaran pada waktu-waktu tertentu serta memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. “Belajar itu harus berulang dan teratur, karena ilmu akan melekat jika diulang dengan niat yang benar,” ujarnya.

 

 

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menekankan pentingnya menghormati guru dan orang tua. Menurutnya, tidak ada istilah “bekas guru” atau “bekas murid,” karena hubungan antara guru dan murid bersifat abadi melalui ilmu yang diwariskan. Ia mengibaratkan, orang tua adalah sosok yang membesarkan raga, sementara guru adalah sosok yang membesarkan ruh dengan ilmu. Oleh karena itu, keduanya wajib dihormati dan dijaga kehormatannya oleh setiap penuntut ilmu.


Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dapat meneladani ajaran tersebut. Mereka diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak mulia, rajin belajar, serta selalu menghormati guru dan orang tua. Dengan bekal ilmu dan adab yang baik, anak-anak akan menjadi generasi yang mampu membawa kebaikan bagi agama, bangsa, dan masyarakat di masa depan.

 

News writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Ahmad Fauzi

 


MATAMUDA Hari Ketiga: Langitkan Cita-Cita, Wujudkan Madrasah Ramah Tanpa Bullying

    Purbalingga (16/07/26) – Kegiatan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) hari ketiga di MIN 2 Purbalingga berlangsung penuh semangat...