Tampilkan postingan dengan label ADI WIYATA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ADI WIYATA. Tampilkan semua postingan

MI Negeri 2 Purbalingga Melaksanakan Pendampingan Adiwiyata Bersama Dinas Lingkungan Hidup

 

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Kantor Kementerian Agama Kab Purbalingan dengan Dinas Lingkungan Hidup Purbalingga dalam rangka penguatan ekoteologi menuju eco office zona ramah lingkungan dan adiwiyata satuan kerja tanggal 25 Juli 2025, MI Negeri 2 Purbalingga menyelenggaran Pembekalan Sekolah Adiwiyata, Selasa. 16/09/2025


Pendampingan Adiwiyata ini diikuti oleh kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, komite serta perwakilan wali murid. Kegiatan diawali dengan menyayikan lagu Indonesia Raya diikuti dengan sambutan dari ketua komite dan kepala madrasah sebelum akhirnya pemaparan materi oleh Andin Anggoro, Fungsional Penyuluh Lingkungan Hidup Muda Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

 

 

Tim dari Dinas Lingkungan Hidup hadir untuk memberikan arahan, materi, dan bimbingan terkait lima Aspek Adiwiyata, diantaranya:

1.    Kebersihan, sanitasi, dan drainase

2.    Pengelolaan sampah

3.    Penghijauan

4.    Konservasi Energi

5.    Konservasi Air


Dalam sambutannya, Kepala MI Negeri 2 Purbalingga menyampaikan bahwa program Adiwiyata bukan sekadar memenuhi standar penilaian, tetapi lebih pada membentuk karakter siswa agar peduli lingkungan. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga madrasah dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan, mengurangi sampah sekali pakai, serta menanamkan gaya hidup ramah lingkungan dalam keseharian.



Dengan adanya kegiatan ini, MI Negeri 2 Purbalingga semakin mantap dalam langkah menuju sekolah Adiwiyata. Sinergi antara madrasah, dinas, dan seluruh warga sekolah menjadi modal penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, hijau, dan berkelanjutan.

 

News writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Ahmad Fauzi

 

World Cleanup Day: Belum Terlambat untuk Menjadi Pahlawan Lingkungan


Setiap tahun, jutaan orang di seluruh dunia bersatu dalam sebuah gerakan besar bernama World Cleanup Day (WCD). Gerakan ini bukan sekadar mengumpulkan sampah, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap bumi yang kita tinggali. Tahun ini, WCD Indonesia mengajak seluruh tingkatan sekolah untuk ikut serta bersih-bersih lingkungan sekoah untuk menanamkan kepedulian lingkungan pada siswa sejak dini. MI Negeri 2 Purbalingga pun turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, melibatkan siswa, guru, serta warga madrasah lainnya.

 

 

Kegiatan dimulai dengan penjelasan singkat oleh kepala madrasah. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab bersama. Setelah itu, para siswa dengan penuh semangat mengikuti Langkah bapak dan ibu guru membersihkan tumpukan sampah di sekitar kebun sekolah.

 

 

Tidak hanya mengumpulkan sampah, siswa juga diajak memilah antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik dikumpulkan untuk diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dipisahkan untuk didaur ulang. Dengan cara ini, para siswa belajar langsung tentang pentingnya reduce, reuse, recycle.

 

 

Kegiatan World Cleanup Day di madrasah kita bukan hanya meninggalkan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa setiap orang dapat menjadi pahlawan lingkungan. Meski langkah yang dilakukan sederhana, dampaknya akan terasa besar jika dilakukan secara berkelanjutan.

 


 


World Cleanup Day mengajarkan kita satu hal penting: belum terlambat untuk peduli. Selama ada niat untuk berubah, setiap hari adalah kesempatan untuk memperbaiki lingkungan. Mari kita jadikan aksi bersih-bersih ini sebagai awal dari kebiasaan menjaga kebersihan dan melestarikan bumi, bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan generasi berikutnya.

 

News writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Ahmad Fauzi

 






Madrasah Merawat Tanaman: Belajar Bersama Menjaga Kehidupan Hijau

Purbalingga – Minggu lalu MI Negeri 2 Purbalingga disibukkan dengan berbagai aksi peduli lingkungan di antaranya pengolahan lahan dan penanaman pohon. Namun tentu saja kegiatan kami tidak hanya sampai disitu saja, seperti halnya seorang ibu yang melahirkan seorang anak, tumbuhan pun demikian, mereka membutuhkan perawatan agar bisa tumbuh besar dengan baik. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembelajaran karakter, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap alam. Pada hari Sabtu lalu (13/09/2025) Kepala Madrasah, guru, karyawan, dan siswa kelas VI turun langsung untuk melaksanakan rangakaian kegiatan merawat tanaman.

 

 

Kegiatan diawali dengan penyiraman tanaman. Siswa dengan penuh semangat bergantian membawa ember untuk menyiram pohon di kebun sekolah. Air yang mengalir menjadi simbol kehidupan, menegaskan bahwa tanaman pun membutuhkan kasih sayang agar tetap tumbuh subur.

 

 

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan penyangga tanaman dari bambu. Guru dan karyawan bersama-sama memotong bambu menjadi beberapa bagian sesuai ukuran yang dibutuhkan. Bambu dipilih karena ramah lingkungan, kuat, dan mudah diperoleh. Penyangga bambu ini nantinya berfungsi menjaga tanaman agar tetap tegak dan tumbuh dengan baik, terutama bagi tanaman muda yang batangnya masih rapuh.

 

 

Tidak kalah keren, siswa kelas VI baik laki-laki maupun perempuan menyisiki bambu hasil potongan tadi. Mereka begitu antusias menekuni kegiatan yang biasanya dilakukan oleh bapak ibu mereka di kebun. Guru memberikan keyakinan kepada siswa bahwa ini adalah bagian dari lifeskill yang berguna dalam kehidupan sehari-hari mereka, apalagi mereka hidup dari orang tua dan lingkungan yang sebagian besar adalah seorang petani.


Tahap terakhir adalah menancapkan penyangga bambu ke tanaman. Kepala madrasah turut serta memberikan contoh bagaimana cara menancapkan penyangga dengan hati-hati, agar tidak merusak akar dan batang tanaman. Siswa kelas VI dengan penuh semangat mengikuti arahan, menancapkan bambu, lalu mengikat batang tanaman pada penyangga.

 

 

Kegiatan sederhana ini memberikan banyak pelajaran berharga. Selain mengajarkan kerja sama, kebersamaan, dan gotong royong, kegiatan merawat tanaman juga menumbuhkan rasa cinta lingkungan pada seluruh warga madrasah. Dengan langkah kecil seperti menyiram, membuat penyangga, dan menjaga tanaman tetap kokoh, madrasah telah berkontribusi dalam merawat kehidupan hijau yang bermanfaat bagi generasi mendatang.

 

News writer & photo: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

 

Sampahku Tanggungjawabku: MI Negeri 2 Purbalingga Tanpa Sampah Tanpa Tempat Sampah

 

Sampahku Tanggungjawabku: MI Negeri 2 Purbalingga Tanpa Sampah dan Tempat Sampah

Purbalingga - Madrasah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kebiasaan baik. Salah satu langkah nyata dalam menumbuhkan budaya disiplin dan kepedulian lingkungan adalah dengan menerapkan gerakan Madrasah Tanpa Sampah Tanpa Tempat Sampah. Sebagai awal gerakan dibagikan totebag sebanyak 101 hasil sumbangan dari guru sebagai tempat menampung sampah bungkus jajanan sementara. 




Gerakan ini bukan berarti madrasah mengabaikan keberadaan sampah, tetapi justru menekankan bahwa setiap warga madrasah, guru, siswa, maupun tenaga kependidikan harus bertanggung jawab penuh atas sampah yang dihasilkan. Semua warga madrasah wajib membawa sampahnya masing-masing ke rumah, dan membiasakan diri untuk mengurangi penggunaan barang sekali pakai.

 

 

Dengan kebiasaan ini, madrasah dapat terbebas dari pemandangan tumpukan sampah, tempat sampah yang penuh, maupun bau yang tidak sedap. Lingkungan belajar menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman. Selain itu, program ini juga mendidik siswa untuk lebih bijak dalam menggunakan barang, terbiasa hemat, serta memiliki kesadaran ekologis yang tinggi.

Madrasah tanpa sampah dan tempat sampah adalah langkah kecil menuju perubahan besar. Dari kebiasaan sederhana ini, diharapkan lahir generasi yang peduli lingkungan, terbiasa menjaga kebersihan, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

 

💡 “Bersih itu ibadah, menjaga lingkungan itu amanah.”

Ayo biasakan membawa pulang sampah sendiri 🏫✨

Madrasah bebas sampah, generasi cerdas berkarakter 🌱

#MadrasahTanpaSampah #GreenGeneration #SehatBersama

 

News writer & photo: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

 

 

 

Buah Tangan untuk Bumi: Guru Bersama Siswa MI Negeri 2 Purbalingga Menanam Bibit Sayuran dan Buah

Purbalingga – Masih dalam rangkaian kegiatan Madrasah Peduli Lingkungan, kali ini segenap warga MI Negeri 2 Purbalingga melaksanakan kegiatan penanaman bibit cabai, sayuran dan buah-buahan. (06/09/2025). Kegiatan ini melibatkan, guru dan siswa kelas 4 s.d. 6 yang secara bersama-sama turun ke kebun mafrasah menanam berbagai jenis bibit, di antaranya cabai, buncis, sawi, mangga, jambu biji, kelengkeng, alpukat dan durian.

 

 

Kegiatan diawali dengan pemberian contoh oleh salah satu pegawai MI Negeri 2 Purbalingga,  Ridwan, yang menunjukkan secara langsung bagaimana cara menanam bibit cabai dan sayuran dengan benar. Setelah itu, para guru bersama-sama membuat lubang pada tanah sebagai tempat menanam. Selanjutnya, siswa dengan penuh semangat didampingi guru mulai menanam bibit pada lahan yang sudah disiapkan. Tahapan tersebut berjalan tertib, edukatif, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan antara guru dan siswa.

 

 

Kegiatan ini bukan hanya sekadar menanam berbagai pohon, tetapi juga merupakan pembelajaran kontekstual bagi siswa. Mereka diajarkan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, manfaat pohon bagi kehidupan manusia, serta tanggung jawab setiap individu untuk menjaga bumi sebagai amanah dari Allah SWT.

 

Kepala Madrasah menyampaikan bahwa penanaman bibit cabai, sayuran, dan buah-buahan ini adalah bagian dari pembiasaan positif agar siswa tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa peduli lingkungan. “Pohon yang kita tanam hari ini adalah investasi besar untuk masa depan. Selain menghasilkan oksigen dan udara yang bersih, kelak pohon buah ini juga bisa dinikmati hasilnya oleh anak-anak di kemudian hari,” ujar H. Achmadi.

Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok. Guru mendampingi sekaligus memberikan arahan teknis agar proses penanaman berjalan dengan baik. Dengan kebersamaan tersebut, suasana penuh semangat dan keceriaan terpancar di kebun madrasah.

 

 

Melalui kegiatan ini, madrasah berharap dapat menumbuhkan budaya peduli lingkungan sekaligus memberikan teladan nyata kepada siswa tentang arti gotong royong, kerja sama, dan tanggung jawab sosial. Pohon yang tumbuh subur nantinya akan menjadi buah tangan terbaik untuk bumi, sekaligus warisan hijau bagi generasi mendatang.

 

News writer & photo: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

 

Peringati Hari Sumpah Pemuda, MIN 2 Purbalingga Gelar Upacara Bendera , Teguhkan Nilai Persatuan

  Purbalingga — MIN 2 Purbalingga menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026). Upacar...