MI Negeri 2 Purbalingga Kembali Panen Hasil Tanaman Sendiri: Kali Ini, Sayur Buncis Siap Dipetik

 

 

Purbalingga — Suasana ceria kembali terlihat di kebun hijau MI Negeri 2 Purbalingga. Setelah dua pekan lalu berhasil memanen sayur caisim, kali ini madrasah kembali memanen hasil dari kegiatan tanam mandiri, yaitu sayur buncis yang tumbuh subur di kebun madrasah.

Kegiatan panen dilaksanakan pada hari Kamis, 30 Oktober 2025 dengan melibatkan guru dan siswa kelas IVA. Sejak pagi, anak-anak tampak antusias memetik buncis yang sudah siap di panen. Mereka belajar langsung bagaimana cara memetik hasil panen dengan hati-hati agar tanaman tidak rusak.

 

 

 

Kepala MI Negeri 2 Purbalingga, menyampaikan bahwa kegiatan bercocok tanam ini merupakan bagian dari program Madrasah Ramah Anak dan Madrasah Hijau yang terus digalakkan. “Kami ingin anak-anak belajar langsung mencintai alam, memahami proses tumbuhnya tanaman, dan mensyukuri hasil bumi yang mereka rawat sendiri,” ujar H. Achmadi.

 

 

 

Selain menanam dan memanen, para siswa juga diajak untuk mengenal manfaat sayur buncis bagi kesehatan serta pentingnya mengonsumsi sayuran segar setiap hari. Kegiatan sederhana ini menjadi sarana pembelajaran bermakna, karena selain mengajarkan ilmu sains dan keterampilan hidup, juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan.

 

“Belajar tidak harus di dalam kelas. Dari menanam, merawat, hingga memanen, anak-anak belajar tentang kesabaran, kerja sama, dan rasa syukur,” tambah Sohir wali kelas IV A.

 

Dengan hasil panen buncis MI Negeri 2 Purbalingga membuktikan bahwa pendidikan berbasis lingkungan dapat berjalan menyenangkan dan bermanfaat. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan menginspirasi siswa untuk menjadi generasi yang peduli alam dan gemar menanam.

 

News writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Wahyu Setiawan

 


MI Negeri 2 Purbalingga Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-97: Kobarkan Semangat Bersatu, Bergerak Majukan Indonesia

 

 

Purbalingga, 28 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, MI Negeri 2 Purbalingga menggelar upacara bendera dengan penuh khidmat di halaman madrasah pada hari Selasa, 28 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik dari kelas I hingga VI.

 

Upacara dimulai pukul 07.00 WIB dengan Wahyu Setiawan selaku pembina upacara, dan petugas upacara merupakan kolaborasi antara siswa kelas VI dan para guru. Para siswa bertugas sebagai pengibar bendera, pemimpin pasukan, dan paduan suara. Sedangkan pemimpin upacara, pembaca teks UUD 1945, teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia, dan do'a diemban oleh para guru. Kolaborasi ini menjadi simbol sinergi antara pendidik dan peserta didik dalam menumbuhkan semangat kebersamaan di madrasah.

 

 

Seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan penuh semangat. Kegiatan diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan teks UUD 1945 dan teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia. Setelah itu, tim paduan suara menyanyikan lagu nasional Satu Nusa Satu Bangsa dan Bangun Pemudi Pemuda. Upacara juga diisi dengan pembacaan amanat pembina upacara, dan diakhiri dengan pembacaan doa sebagai ungkapan syukur atas nikmat persatuan dan kemerdekaan bangsa Indonesia.

 

Dalam amanatnya, pembina upacara menyampaikan isi pesan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, yang menekankan pentingnya semangat kolaborasi dan gotong royong antar generasi muda Indonesia.


 

“Pemuda hari ini adalah penentu masa depan bangsa. Tugas kita bukan hanya menjaga warisan perjuangan, tetapi juga menciptakan perubahan. Semangat Sumpah Pemuda harus kita hidupkan dalam bentuk kerja nyata, inovasi, dan solidaritas untuk kemajuan Indonesia,” demikian kutipan dari amanat Menpora Republik Indonwaia.

 

Lebih lanjut, beliau juga menegaskan bahwa tema Sumpah Pemuda tahun 2025, “

"Pemuda Pemudi Bergerak Indonesia Bersatu”, Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa terletak pada persatuan di tengah keberagaman.

 

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, MI Negeri 2 Purbalingga berharap semangat persatuan, cinta tanah air, dan semangat berinovasi terus tumbuh dalam diri seluruh warga madrasah. Nilai-nilai perjuangan para pemuda tahun 1928 diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus belajar, berkarya, dan berakhlak mulia.

 

News writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Ahmad Fauzi

 

MI Negeri 2 Purbalingga Terus Berupaya Tingkatkan Kualitas Pembelajaran: Gelar IHT Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning

 

 

Purbalingga, 27 Oktober 2025 —  MI Negeri 2 Purbalingga terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Salah satu langkah nyata dari upaya tersebut adalah melalui kegiatan In House Training (IHT) bertema “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Dengan Pendekatan Deep Learning” yang dilaksanakan pada hari Senin, 27 Oktober 2025.

 

Kegiatan ini merupakan rangkaian lanjutan dari workshop peningkatan kompetensi guru yang telah diselenggarakan sebelumnya. IHT kali ini difokuskan untuk memperdalam pemahaman para guru terhadap konsep pembelajaran yang berpusat pada murid, dengan pendekatan yang menumbuhkan rasa kasih sayang, empati, dan kedalaman berpikir dalam proses belajar mengajar.

 

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala MI Negeri 2 Purbalingga. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam pembelajaran.


“Walaupun kami berada di lingkungan dengan kondisi geografis yang serba sederhana dan jauh dari fasilitas publik, tapi kami selalu berusaha untuk melaksanakan kebijakan dari pusat dengan baik, salah satunya implementasi kurikulum pembelajaran yang bisa kami upayakan melalui workshop maupun In House Training. Saya berharap dengan adanya IHT ini, guru-guru bisa menyusun perangkat pembelajaran berbasis Kutikulum Berbasis Cinta (KBC), tujuannya bisa finalisasi perangkat pembelajaran  KBC dengan pembelajaran mendala. sehingga menjadi satu kesatuan utuh dan sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas.” Ujar H. Achmadi.


Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Sabar Munanto dan Toni Agung Prasetio. Sabar Munanto menyampaikan materi tentang penerapan prinsip deep learning dalam Kurikulum Merdeka, serta bagaimana nilai-nilai cinta dan kemanusiaan dapat menjadi fondasi dalam setiap rancangan pembelajaran.

 

 

Penyampaian materi inti dilanjutkan oleh Toni Agung Prasetio. Beliau menyampaikan pendalaman materi berupa ilustrasi kontekstual dari apa yang sudah dijelaskan oleh Sabar Munanto, seperti bagaimana menerapkan panca cinta dalam kegiatan belajar mengajar, memilih dan menginersikan dimensi profil lulusan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan contoh yang tepat cara penerapannya dalam proses belajar mengajar.

 

 

Para peserta juga diajak berdiskusi dan berlatih membuat rancangan pembelajaran yang memadukan kurikulum berbasis cinta dan pembelajaran mendalam.

Seluruh guru tampak antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.30 s.d. 16.00. Para peserta menyampaikan kesan bahwa IHT ini memberikan inspirasi baru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna.

 

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MI Negeri 2 Purbalingga berharap seluruh pendidik dapat menerapkan nilai-nilai cinta dalam pembelajaran serta mendorong siswa untuk berpikir mendalam, kreatif, dan berkarakter. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa MI Negeri 2 Purbalingga terus berinovasi untuk mewujudkan madrasah yang unggul, humanis, dan berdaya saing.

 

News writer: Khunafatul Arrofah

Editotr: Achmadi

Photo: Ahmad Fauzi

 

Meriahnya Pesta Demokrasi: Pemilihan Ketua KKG MI Kecamatan Karangreja - Karangjambu

 

 

Purbalingga - Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Karangreja - Karangjambu hari Sabtu, (25/10/2025) menyelenggarakan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus KKG Karangreja - Karangjambu Masa Bakti 2021-2025 sekaligus Pemilihan Ketua KKG Masa Bakti 2025-2030. Kegiatan yang dilaksanakan di MI Ma’arif NU 01 Jingkang ini dibuka langsung oleh pengawas madrasah, Budi Bowo Leksono.


Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa tujuan utama pembentukan KKG adalah membentuk guru yang profesional, kreatif, dan inovatif. Budi Bowo Leksono berpesan kepada seluruh anggota KKG Kecamatan Karangreja - Karangjambu agar senantiasa mengembangkan profesionalisme sehingga jargon Madrasah Mendunia dapat tercapai.

 

 

Sementara itu, ketua KKG Masa Bakti 2021-2025 Sohir, dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada Calon Ketua yang nantinya terpilih pada masa kepengurusan 2025-2030 supaya meneruskan perjuangan pendidikan dengan lebih baik, terutama program-program kerja yang pada masa bakti 2021-2025 belum bisa terlaksana agar bisa direalisasikan sebagaimana mestinya.

Setelah sidang pleno kedua, yaitu demisioner kepengurusan Masa Bakti 2021-2025, acara dilanjutkan dengan pemilihan ketua KKG Kecamatan Karangreja - Karangjambu untuk Masa Bakti 2025-2030.

 

 

Dari 12 bakal calon yang diajukan dalam forum sebagai representasi dari madrasah di Kecamatan Karangreja - Karangjambu, terpilih empat bakal calon teratas yang kemudian diajukan sebagai calon ketua KKG. Keempat calon tersebut  Anif Mafaqih, Fatihatur Rohmaniyah, Ina Fitriani, dan Yayuk Mardiyati.


Pemilihan dilakukan dengan polling suara terbanyak. Dengan menuliskan nama calon ketua pada lembar kertas yang dibagikan oleh panitia, seluruh anggota terlihat antusias menggunakan hak pilihnya.


Panitia pun secara seksama memeriksa dan menghitung kertas suara yang sudah terkumpul pada kotak suara. Perhitungan suara dilakukan secara terbuka dihadapan seluruh anggota dan disaksikan oleh pengawas madrasah serta segenap kepala madrasah wilayah Kecamatan Karangreja – Karangjambu.


Kemeriahan perhitungan hasil suara ditutup dengan sorak-sorai pendukung dari MI Negeri 2 Purbalingga, pasalnya Ina Fitriani sebagai calon ketua KKG mewakili MI Negeri 2 Purbalingga memeroleh suara terbanyak yaitu 43 suara dari total 76 suara sah yang menandai terpilihnya Ina Fitriani sebagai Ketua KKG Masa Bakti 2025-2030.

 



Hasil perhitungan suara:

1.    Ina Fitriani: 43 suara

2.    Anif Mafaqih: 27 suara

3.    Fatihatur Rohmaniyah: 5 suara

4.    Yayuk Mardiyati: 1 suara


Melalui sambutannya, ketua baru KKG MI  Kecamatan Karangreja - Karangjambu, Ina Fitriani menyampaikan harapan dan pentingnya kolaborasi yang baik antara pengurus dan seluruh anggota KKG dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan utamanya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa yang mana hal tersebut merupakan tugas pokok guru.

 

News writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Meriahnya Jumat Berkah di MI Negeri 2 Purbalingga: Petik Sayur Gratis di Kebun Madrasah, Tanamkan Nilai Syukur dan Cinta Lingkungan pada Siswa

 

 

Purbalingga — Suasana di kebun  MI Negeri 2 Purbalingga pada Jumat pagi (24/102025)  tampak begitu meriah dan penuh semangat. Kegiatan “Jumat Berkah” kali ini berlangsung meriah dengan agenda utama petik sayur gratis di kebun madrasah yang dirawat bersama oleh guru dan siswa.


Acara tersebut turut dihadiri oleh pengawas madrasah, kepala madrasah  wilayah Kecamatan Karangreja - Karangjambu, wali murid kelas IV, serta seluruh siswa MI Negeri 2 Purbalingga. Kehadiran para tamu undangan membuat kegiatan semakin semarak dan penuh kebersamaan.

Sebelum kegiatan  dimulai, pengawas madrasah, Budi Bowo Leksono, memberikan sambutan  yang sarat makna. Beliau menyampaikan pentingnya kebiasaan hidup sehat sejak dini, terutama dengan memperbanyak konsumsi sayur-sayuran.


“Sayuran adalah makanan yang sangat penting untuk tubuh kita. Saya berpesan kepada segenap wali murid agar membiasakan anak-anak makan sayur-sayuran, karena terlalu banyak makanan yang mengandung protein atau lemak seperti ayam dan daging tidak baik untuk tubuh jika tidak diimbangi dengan sayuran hijau,” tutur Budi Bowo Leksono

 

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan pertanian dan pembiasaan seperti yang dilakukan di MI Negeri 2 Purbalingga ini memiliki manfaat besar bagi peserta didik.


“Melalui kegiatan menanam dan memanen sayuran, anak-anak menjadi sadar betapa pentingnya makan sayur-sayuran. Kelak ketika mereka dewasa, mereka akan memiliki pemikiran bahwa lahan yang kita miliki, besar ataupun kecil, perlu dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya

 


Setelah sambutan, acara dibuka secara resmi oleh pengawas madrasah melalui simbolisasi pemetikan sayur caisim pertama dari kebun madrasah. Tindakan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta. Pemetikan selanjutnya oleh kepala madrasah se wilayah Karangreja - Karangjambu dan diikuti  oleh guru, dan wali murid.


Setelah pemetikan selesai, sayur caisim segar dibagikan secara gratis kepada para tamu undangan dan wali murid kelas IV sebagai wujud berbagi kebahagiaan dan keberkahan.

Dengan semangat “Jumat Berkah, Madrasah Berkah”, kegiatan ini menjadi langkah nyata MI Negeri 2 Purbalingga dalam menanamkan nilai syukur, cinta lingkungan, dan gaya hidup sehat kepada seluruh warga madrasah.

 

News writer & photo: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

 

 

 

 


Ekstrakurikuler Tilawah MI Negeri 2 Purbalingga: Menumbuhkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini

 

 

Purbalingga — Salah satu kegiatan unggulan di MI Negeri 2 Purbalingga adalah ekstrakurikuler Tilawah Al-Qur’an. Salah satu kegiatan yang diperuntukkan bagi siswa yang ingin belajar membaca Al Quran dengan baik dan indah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan bakat dan minat siswa dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur`an dengan benar dan suara yang indah.

Setiap orang yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik, belum tentu mampu untuk melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan seni yang benar, ungkap Pembina Tilawah.

Ekskul Tilawah Al-Qur’an MI Negeri 2 Purbalingga dilaksanakan setiap hari Jumat. Ekskul ini dipimpin secara langsung oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Karangjambu, Fakhrudin.

 

 

TUJUAN
Kegiatan Pembinaan Tilawah Al-Qur’an bagi siswa dan siswi dilaksanakan dengan tujuan:

  1. Membantu mereka dalam proses pembelajaran terutama mata pelajaran agama yang banyak berkaitan dengan baca tulis maupun Tilawah Fashihah;
  2. Menanamkan kecintaan terhdap Al-Qura’an dan memperluas pengetahuan mereka tentang Al-Qur’an
  3. Sebagai respon terhadap Himbauan Pemerintah tentang siswa yang religius khususnya dalam baca rulis Al-Qur’an.

 

Saat latihan, siswa dibimbing untuk melatih tajwid, lagu tilawah (nagham), serta penguasaan nafas dan artikulasi suara. Kegiatan ini dikemas dengan suasana yang menyenangkan dan penuh semangat, sehingga para siswa merasa termotivasi untuk terus memperbaiki bacaan mereka.

Disetiap latihan siswa juga selalu  menirukan suara pelatih ketika melantunkan ayat demi ayat secara bersama - sama, selain itu beberapa anak juga ditunjuk untuk melantunkan sendiri sebagai bentuk evaluasi setiap kali latihan. Hal ini sekaligus melatih karakter anak untuk memiliki rasa petcaya diri.

 

Dengan semangat “Cinta Al-Qur’an, Cinta Madrasah”, kegiatan ekstrakurikuler Tilawah di MI Negeri 2 Purbalingga diharapkan mampu membentuk karakter Qur’ani di madrasah yang pada akhirnya melahirkan generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan mencintai Al-Qur’an dengan sepenuh hati. Tidak hanya itu, ekskul ini juga menjadi wadah pengembangan potensi dan bakat siswa.

 

News writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Ahmad Fauzi

 

Bersatu dalam Lantunan Al-Qur’an: Warga MI Negeri 2 Purbalingga Rayakan Hari Santri 2025 dengan Penuh Makna



Purbalingga — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025, seluruh warga MI Negeri 2 Purbalingga melaksanakan berbagai kegiatan penuh makna yang menggambarkan semangat dan karakter santri sejati.


Sejak hari Senin (20/10/2025) suasana madrasah terasa berbeda. Seluruh warga madrasah mengenakan busana khas santri – atasan muslim putih dan bawahan berupa sarung baik bagi laki-laki maupun perempuan. Nuansa putih yang mendominasi lingkungan MI Negeri 2 Purbalingga ini menjadi bagian dari rangkain acara menyambut Hari Santri Nasional Tahun 2025.


Puncak kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, (22/10/2025), dengan Apel peringatan Hari Santri Nasional di halaman madrasah. Apel dimulai pukul 07.00 WIB dengan rangkaian acara berupa penghormatan kepada bendera merah putih yang diiringi  lagu Indonesia Raya, pembacaan teks resolusi jihad, pembacaan do'a, penyampaian amanat serta menyanyikan Mars Hari Santri.



Kepala madrasah, H. Achmadi bertindak sebagai pembina Apel, membacakan amanat dari Menteri Agama Republik Indonesia K.H. Nasaruddin Umar, dalam tulisannya beliau menyampaikan amanat yang sarat makna, diawali dengan menyampaikan duka cita atas musibah yang menimpa Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo, serta mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Santri sebagai momentum memperkuat kepedulian dan kebersamaan di lingkungan pesantren.

 



Menteri Agama juga mengingatkan kembali sejarah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 sebagai tonggak perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan. Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang terus memperkuat pesantren melalui berbagai program dan kebijakan. Di akhir tulisannya, Menteri Agama berpesan agar santri masa kini menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya, mampu menjaga tradisi pesantren sambil merangkul inovasi zaman untuk membawa semangat santri ke ruang publik, dunia kerja, dan kancah internasional. Apel berlangsung tertib, diakhiri dengan pembacaan do'a oleh petugas Apel.


Usai Apel, kegiatan dilanjutkan dengan Semaan Al-Qur’an Juz 1–30 dalam sekali duduk yang dilaksanakan secara bersama-sama. Tidak hanya guru dan siswa, tetapi juga turut melibatkan perwakilan wali murid kelas 1 hingga 6. Masing-masing membaca bagian juznya, pembagian pembacaan juz   berdasarkan pengambilan maqro yang telah disiapkan pihak madrasah.

 

 

 

Kegiatan semaan Al - Qur'an berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di seluruh penjuru madrasah, menambah suasana syahdu sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di kalangan warga madrasah. Suasana semakin khidmat saat do'a Khatmil Qur’an yang dipandu Kyai Munir.

 

Dengan semangat “Jihad Santri Jayakan Negeri”, MI Negeri 2 Purbalingga berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan kecintaan terhadap Al-Qur’an bagi seluruh warga madrasah.

 

News Writer & Photo: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

 


SENIRAMA (Senin Upacara Tematik): Belajar dari Layang-layang

 

 

Purbalingga - Sebagai upaya untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan, serta menumbuhkan kedisiplinan guru dan murid MI Negeri 2 Purbalingga, madrasah secara rutin melaksanakan upacara bendera merah putih setiap hari Senin.


Seluruh peserta upacara terlihat mengenakan baju santri sebagai tindak lanjut dari Surat Perintah Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga tentang Kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025. Upacara berjalan dengan khidmat dan lancar. Seluruh siswa kelas VI mengambil bagian sebagai petugas upacara. Sebuah proses yang membuahkan hasil, setelah berlatih keras menerapkan Tata Upacara Sekolah yang benar, mereka berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik di gelaran upacara hari ini (20/10/2025)



Seperti upacara bendera sebelumnya, pembina upacara memberikan amanat dengan mengangkat tema tertentu. Kali ini sebagai pembina upacara H. Achmadi, kepala madrasah mengambil tema "Belajar dari Layang-layang". Melalui alat peraga berupa layang-layang, pembina upacara menganalogikan perjalanan seseorang menggapai mimpi atau cita-cita dengan seorang anak ketika memainkan layang-layang. Namun sebelum masuk ke inti amanatnya, pembina upacara mengajak seluruh peserta upacara bernyanyi lagu “Layang-layang”, yang membuat suasana lebih ceria dan hangat.


Setelah mengajak peserta upacara bernyanyi, pembina upacara mengajukan pertanyaan, “Apa saja yang kalian butuhkan untuk bisa menerbangkan layang-layang ini sampai angkasa?”

Pertanyaan ini disambut antusias oleh para peserta upacara, terutama siswa laki-laki, secara runtut mereka menjawab angin, benang, dan orang yang menerbangkan.

 

 

Menanggapi jawaban dari peserta upacara, pembina upacara memberikan perumpamaan tentang seseorang yang ingin berusaha menggapai cita-cita dalam hal ini diumpamakan sebagai orang yang ingin menerbangkan layang-layang, maka yang dibutuhkan adalah:

1.    Angin, orang yang memiliki cita-cita atau mimpi haruslah memiliki motivasi yang tinggi seperti layang-layang yang harus diterbangkan tinggi maka harus ada angin sebagai pendorong atau penggeraknya.

 

2.    Benang, untuk menggapai cita-cita atau mimpi selain motivasi yang kuat, seseorang harus memiliki pengendali agar tidak salah melangkah ketika sedang berusaha menggapai cita-cita, seperti menghindarkan diri dari sifat sombong dan senantiasa berbakti kepada orang tua, pembina upacara memberikan anlaogi berupa benang yang bisa kita tarik ulur untuk menentukan arah terbang layang-layang.

 

3.    Orang yang menerbangkan, tentu saja komponen penting agar layang-layang itu bisa terbang tinggi adalah pelaku. Pelaku disini memiliki kuasa atau tanggung jawab atas layang-layangnya, dalam hal ini pembina upacara menganalogikan bahwa setelah kita menumbuhkan motivasi yang kuat dan pengendalian diri yang baik, ada Sang Maha Kuasa yang Maha Menentukan Segalanya, artinya bentuk usaha apapun yang sudah kita ikhtiarkan, hasil tetap ada di tangan Allah. Tugas kita sebagai manusia hanyalah bisa berusaha, berdoa, dan bertawakal.

 

Melalui amanat ini, pembina upacara berpesan kepada siswa sebagai seorang pelajar yang mengemban tugas dan tanggung jawab untuk belajar, sudah sepatutnya menanamkan motivasi yang kuat, pengendali diri yang baik dan yang tidak kalah penting tunduk dan patuh kepada perintah Allah SWT.

 

News Writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Ahmad Fauzi

 


Semangat Belajar Meski Telah Mengajar: Kegiatan Rutin Komunitas Belajar MI Negeri 2 Purbalingga

 

 

Purbalingga – 18/10/2025 “Belajar sepanjang hayat”, tampaknya bukan sekedar semboyan bagi guru MI Negeri 2 Purbalingga, akan tetapi sebuah kebutuhan nyata bagi setiap guru. Apalagi di tengah perubahan kurikulum dan tantangan zaman, semangat untuk terus belajar menjadi kunci agar guru tetap relevan dan inspiratif bagi peserta didiknya. Hal ini tampak dari antusiasme para guru yang secara rutin mengikuti kegiatan komunitas belajar setiap Sabtu siang setelah memulangkan peserta didik, tentu saja kegiatan ini sebagai wujud nyata pengembangan diri yang berkelanjutan.


Mengusung tema : "Semangat Belajar, Meski Telah Mengajar", kegiatan ini menjadi ajang refleksi, diskusi, sharing praktik baik, dan penguatan profesionalisme guru di lingkungan madrasah. Komunitas Belajar sekaligus menjadi bukti nyata bahwa belajar tidak berhenti setelah seseorang menjadi guru. Justru, dengan terus belajar dan saling berbagi, kualitas pembelajaran di madrasah semakin meningkat.

 

 

Seperti biasa, kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Madrasah, yang menegaskan pentingnya konsistensi dalam mengembangkan diri sebagai pendidik. Beliau juga mengapresiasi semangat para guru yang tetap antusias mengikuti kegiatan pembelajaran di tengah padatnya tugas mengajar.

 

 

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin oleh Ketua Komunitas Belajar, Ahmad Fauzi. Pada kesempatan kali ini, fokus pembahasan diarahkan pada review program kerja komunitas serta peninjauan ulang materi Capaian Pembelajaran (CP) terbaru. Ketua membuka jalan diskusi bagi guru bagaimana menerapkan CP baik di dalam dokumen administrasi maupun implementasi pada kegiatan belajar mengajar di kelas. Diskusi berjalan hangat karena masing-masing guru saling menghormati antar satu dengan yang lainnya, menunjukkan semangat kolaboratif yang tinggi di antara para anggota komunitas.


Komunitas Belajar MI Negeri 2 Purbalingga berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi budaya positif bagi seluruh guru, guna mewujudkan madrasah yang unggul, inspiratif, dan berdaya saing.

 

 

News writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Ahmad Fauzi

 

 

Aksi Peduli Kemanusiaan MI Negeri 2 Purbalingga untuk Warga Terdampak Bencana di Wilayah Kecamatan Karangreja - Kabupaten Purbalingga

  Purbalingga – MI Negeri 2 Purbalingga menunjukkan kepedulian kemanusiaan melalui kegiatan penggalangan dana yang melibatkan siswa dan guru...