Workshop Kurikulum Merdeka Day Two: Mengulik Prosem, Prota, KKTP, dan Asesmen Bersama Budi Soekarnos

  


Purbalingga, 13 Oktober 2025 — Workshop Kurikulum Merdeka di MI Negeri 2 Purbalingga berlanjut ke Day Two dengan semangat belajar yang tetap membara. Jika pada hari pertama peserta dibimbing oleh Wiwik Ekawati, maka kali ini giliran Budi Soekarno yang hadir sebagai narasumber, membagikan ilmu dan pengalamannya seputar penyusunan Prota (Program Tahunan), Prosem (Program Semester), KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran) dan Asesmen.


Sejak pagi, suasana madrasah sudah terasa berbeda. Para guru datang dengan membawa catatan dan hasil kerja dari hari sebelumnya, siap melanjutkan proses penyusunan perangkat pembelajaran yang lebih lengkap.

 


 

“Kurikulum Merdeka memberi ruang bagi guru untuk berkreasi. Tapi kebebasan itu perlu diiringi dengan perencanaan yang jelas agar arah pembelajaran tetap terukur,” ujar Budi Soekarno mengawali sesi.

Beliau kemudian menjelaskan bagaimana Prota dan Prosem menjadi fondasi penting dalam mengatur alur kegiatan belajar selama satu tahun dan satu semester. Guru diajak memahami bahwa dokumen ini bukan hanya formalitas, melainkan peta jalan pembelajaran yang membantu guru menyiapkan pengalaman belajar terbaik bagi peserta didik.


Setelah penjelasan, peserta langsung berlatih menyusun Prota dan Prosem sesuai dengan fase dan mata pelajaran masing-masing. Suasana belajar terlihat aktif — para guru berdiskusi, saling bertukar ide, dan menyesuaikan alokasi waktu kegiatan dengan kondisi nyata di madrasah.


Sesi berikutnya berfokus pada  dan KKTP dan Asesmen. Budi Soekarno menekankan menentukan KKTP yang realistis namun tetap menantang. Terkait Asesmen sebagai alat untuk memahami perkembangan belajar siswa, bukan sekadar alat penilaian hasil akhir. Beliau juga memberikan contoh-contoh asesmen diagnostik, formatif, sumatif.

 

 

Para peserta tampak antusias tidak ragu mengajukan pertanyaan. Beberapa guru bahkan membagikan pengalaman praktik penilaian di kelas mereka, yang kemudian ditanggapi langsung oleh narasumber.


Menjelang akhir kegiatan, setiap kelompok diminta menyusun rancangan KKTP berdasarkan Alur Tujuan Pembelajaran yang telah dibuat di hari pertama dan rancangan asesmen sederhana. Pada sesi ini peserta mempresentasikan hasil kerjanya satu per satu yang disambut dengan pertanyaan dan tanggapan dari peserta lain yang membuat suasana workshop hari ini semakin menarik.


Dengan selesainya workshop hari kedua, para guru kini semakin siap menuju Day Three, yang akan menjadi puncak dari rangkaian workshop.


 

News writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Ahmad Fauzi

 

Workshop Kurikulum Merdeka Day One: From Theory to Action! Guru MI Negeri 2 Purbalingga Antusias Menyusun Modul Ajar

 

 

Purbalingga, 11 Oktober 2025 —  Guru MI Negeri 2 Purbalingga yang berjumlah 12 orang mengikuti Workshop Kurikulum Merdeka: Implementasi dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran yang dilaksanakan selama tiga pertemuan, yaitu pada tanggal 11, 13, dan 14 Oktober 2025. Kegiatan ini menghadirkan Wiwik Ekawati sebagai narasumber utama yang memberikan pendampingan langsung kepada para guru dalam memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di madrasah.


Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat. Seluruh peserta yang hadir bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah, menciptakan suasana nasionalisme dan kebersamaan yang kuat. Hadir pula Ketua Komite Madrasah, Wakhidin, yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan peningkatan kompetensi guru ini.


Sebelum memasuki acara inti, Kepala MI Negeri 2 Purbalingga, H. Achmadi, menyampaikan sambutan hangatnya. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya komitmen dan keseriusan seluruh peserta dalam mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.


“Silakan ikuti workshop ini dengan baik, kita patut bersyukur bisa menyelenggarakan workshop bersama narasumber yang berpengalaman. Semoga ilmu yang diperoleh dari workshop ini dapat benar-benar dipahami dan diterapkan dalam tugas harian sebagai guru.” ujar beliau.

 

 

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi tentang Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, dan Modul Ajar. Setelah menyimak pembahasan dari narasumber, para guru langsung diajak untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dengan menyusun modul ajar. Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok berdasarkan jenjang fase yang diajarkan masing-masing guru.


Suasana kegiatan terasa hidup dan interaktif. Para peserta berdiskusi dengan antusias, saling berbagi ide, dan mencoba menyesuaikan modul ajar dengan karakteristik siswa di kelas mereka. Narasumber Wiwik Ekawati juga memberikan bimbingan langsung kepada setiap kelompok serta meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasilnya. Dalam sesi ini, peserta dipersilakan mengajukan pertanyaan secara bebas jika menemui kendala atau membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

 

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan guru-guru MI Negeri 2 Purbalingga semakin memahami konsep dasar Kurikulum Merdeka serta mampu mengembangkan perangkat pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berpusat pada siswa.


Kegiatan workshop Kurikulum Merdeka: Implementasi dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam meningkatkan kompetensi pendidik guna mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi seluruh siswa.

 



News writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Ahmad Fauzi

 

Penyuluh Agama KUA Karangjambu Tekankan Pentingnya Adab dan Akhlak dalam Menuntut Ilmu

 


Purbalingga, 7 Oktober 2025 –Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karangjambu menggelar kegiatan penyuluh agama yang diisi dengan materi tentang adab dan akhlak bagi  siswa. Kegiatan ini dilaksanakan di mushola Al Khawarizmi dan diikuti oleh siswa kelas IV ini dipimpin oleh Fakhrudin, yang memberikan penjelasan mendalam tentang nilai-nilai adab sebagaimana dinukil dari kitab ‘Alala, kitab yang biasa dibaca oleh anak-anak setiap pagi di MI Negeri 2 PurbalinggaD.

 

 

Dalam penyampaiannya, Fakhrudin menekankan pentingnya menjaga adab dan akhlak sebagai pondasi utama dalam menuntut ilmu. Ia juga mengingatkan bahwa mencari ilmu tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga harus disertai dengan enam syarat utama, yaitu:

  1. Cerdas, Yang dimaksud di sini bukanlah orang ber-IQ tinggi atau berketerampilan hebat, namun semua orang yang memiliki kemampuan untuk belajar. 
  2. Semangat. Meskipun seseorang sudah memiliki potensi dan kemampuan belajar, hendaknya ia tekun atau semangat mengikuti semua proses pembelajaran yang ada.
  3. Sabar, Bersabar dengan segala proses yang pasti banyak kendala yang akan menghadang, baik dalam tekanan mental, fisik, spiritual, maupun materi. 
  4. Biaya, Dalam menuntut ilmu tentu butuh biaya (bekal), tidak mungkin menuntut ilmu tanpa biaya (bekal)
  5. Petunjuk guru, Dalam mencari ilmu, seseorang sering tidak baik untuk menyimpulkan sesuatu sendiri secara terburu-buru, atau dari pengetahuannya sendiri secara serampangan, sehingga petunjuk dan pengarahan dari seorang guru yang arif dan bijak menjadi penting.
  6. Lama waktunya, Ilmu tidak bisa didapat dengan tergesa-gesa. Lama sebentarnya suatu proses belajar memang relatif, namun ia harus didapatkan dengan proses dengan jangka waktu tertentu, supaya didapatkan kepahaman yang baik serta cara bagaimana mengamalkannya

 

Selain itu, beliau juga memberikan metode belajar yang benar, di antaranya dengan cara mengulang pelajaran pada waktu-waktu tertentu serta memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. “Belajar itu harus berulang dan teratur, karena ilmu akan melekat jika diulang dengan niat yang benar,” ujarnya.

 

 

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menekankan pentingnya menghormati guru dan orang tua. Menurutnya, tidak ada istilah “bekas guru” atau “bekas murid,” karena hubungan antara guru dan murid bersifat abadi melalui ilmu yang diwariskan. Ia mengibaratkan, orang tua adalah sosok yang membesarkan raga, sementara guru adalah sosok yang membesarkan ruh dengan ilmu. Oleh karena itu, keduanya wajib dihormati dan dijaga kehormatannya oleh setiap penuntut ilmu.


Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dapat meneladani ajaran tersebut. Mereka diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak mulia, rajin belajar, serta selalu menghormati guru dan orang tua. Dengan bekal ilmu dan adab yang baik, anak-anak akan menjadi generasi yang mampu membawa kebaikan bagi agama, bangsa, dan masyarakat di masa depan.

 

News writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Ahmad Fauzi

 


MI Negeri 2 Purbalingga Lanjutkan Aksi Penghijauan dengan Menanam Pohon Ketapang Kencana

 

 

Purbalingga, 7 Oktober 2025 – MI Negeri 2 Purbalingga kembali melaksanakan kegiatan penghijauan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Setelah sebelumnya melakukan penanaman berbagai bibit sayur dan buah, kali ini para guru dan siswa menanam pohon Ketapang Kencana di lingkungan madrasah.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa pagi di kebun madrasah. Seluruh warga madrasah bersemangat mengikuti kegiatan yang dipimpin langsung oleh kepala madrasah. Sebelum kegiatan dimulai, guru memberikan penjelasan tentang manfaat pohon Ketapang Kencana yang dikenal mampu memberikan keteduhan, memperindah lingkungan, serta membantu menjaga kualitas udara.

“Penghijauan ini merupakan bagian dari program madrasah ramah lingkungan. Kami ingin menanamkan kepedulian terhadap alam sejak dini kepada para siswa,” ujar H, Achmadi selaku kepala MI Negeri 2 Purbalingga.

Para siswa tampak antusias membawa bibit pohon, menggali tanah, dan menanam bersama guru. Mereka juga belajar cara merawat tanaman agar tumbuh dengan baik. Kegiatan ini tidak hanya mempercantik lingkungan madrasah, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan cinta lingkungan di kalangan siswa.

 

 

Dengan kegiatan ini, MI Negeri 2 Purbalingga berharap lingkungan madrasah menjadi semakin asri, sejuk, dan nyaman untuk belajar. Aksi penghijauan akan terus dilanjutkan secara berkala dengan berbagai jenis tanaman agar manfaatnya semakin besar bagi madrasah dan masyarakat sekitar.

 

News writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Ahmad Fauzi

 

SENIRAMA (Senin Upacara Tematik): Teman itu Seperti Pensil Warna

 

 

Purbalingga - Sebagai upaya untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan, serta menumbuhkan kedisiplinan guru dan murid MI Negeri 2 Purbalingga, madrasah secara rutin melaksanakan upacara bendera merah putih setiap hari Senin.


Upacara hari ini (06/10/2025) berjalan dengan khidmat dan lancar. Pemandangan berbeda tampak terasa pada gelaran upacara kali ini, pasalnya petugas upacara yang biasanya diemban oleh perwakilan siswa, khusus hari ini para guru mengambil bagian sebagai petugas upacara. Hal ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan bimbingan dan pelatihan Tata Upacara Sekolah bersama Anggota Koramil Karangreja tempo hari. Sebagai bentuk contoh penerapan Tata Upacara yang benar sudah sepatutnya para guru memberikan contoh lansung di depan para siswa, sehingga nantinya siswa bisa meniru dan mempraktekkannya pada kegiatan upacara yang akan datang.

 

 

Seperti upacara bendera sebelumnya, pembina upacara memberikan amanat dengan mengangkat tema tertentu. Kali ini sebagai pembina upacara Khunafatul Arrofah wali kelas VI, mengambil tema "Teman itu seperti Pensil Warna". Melalui alat peraga berupa pensil warna, Pembina upacara menganalogikan berbagai macam warna dalam kotak pensil warna sebagai manusia yang memiliki keanekaragaman karakteristik, sifat maupun kebiasaan.


Menurut Khunafatul Arrofah pensil warna itu seperti kita dan teman-teman kita. Di dalam satu kotak pensil warna, ada warna merah, biru, hijau, kuning, ungu, cokelat, bahkan warna emas dan perak. Semua warnanya berbeda, tapi ketika dipakai bersama-sama, hasilnya bisa jadi gambar yang indah.

 

 

“Begitu juga dengan kita. Di kelas, ada teman yang pandai matematika, ada yang suka menggambar, ada yang jago olahraga, ada yang rajin membantu guru, dan ada juga yang pendiam tapi suka membaca buku. Apakah kita semua harus sama supaya bisa jadi teman? (Tidak!) Justru karena kita berbeda, kita bisa saling melengkapi dan saling membantu”. Tambah Khunafatul Arrofah.


Melalui cerita ini, pembina upacara mengamanatkan terutama kepada siswa untuk saling menghargai saling mendukung, tidak iri, tidak membandingkan, dan bersatu dalam perbedaan.

 

News Writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Ahmad Fauzi

 

Tingkatkan Disiplin dan Kekompakan, MI Negeri 2 Purbalingga Gelar Pelatihan Peraturan Baris-Berbaris dan Tata Upacara Sekolah Bersama TNI Koramil Karangreja

 



Purbalingga, 5 Oktober 2025 — Dalam rangka meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kekompakan di lingkungan madrasah, MI Negeri 2 Purbalingga menggelar Pelatihan Peraturan Baris-Berbaris dan Tata Upacara Sekolah (TUS) bagi para pendidik dan tenaga kependidikan. Kegiatan berlangsung di lapangan pringgading dan halaman madrasah dengan bimbingan langsung dari anggota TNI Koramil Karangreja, yaitu Fajar dan Sobirin.


Pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap disiplin dan rasa tanggung jawab di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan. Selain itu, kegiatan juga dimaksudkan agar para pendidik mampu menjadi pembimbing yang baik dalam pelaksanaan upacara bendera maupun kegiatan kedisiplinan peserta didik.



Kegiatan dibuka oleh Kepala MI Negeri 2 Purbalingga, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari pembentukan karakter dan budaya kerja di madrasah.



Anggota TNI Koramil Karangreja memberikan pelatihan dengan penuh semangat dan ketegasan, namun tetap dalam suasana akrab. Para peserta dilatih gerakan dasar baris-berbaris, penghormatan, sikap sempurna, langkah tegap, serta formasi barisan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai tata cara pelaksanaan upacara sekolah yang baik dan benar, mulai dari persiapan barisan, laporan pemimpin upacara, pembaca teks pembukaan Undang Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, hingga pengibaran bendera merah putih.



Seluruh peserta tampak antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Mereka menyadari bahwa keterampilan baris-berbaris dan tata upacara sekolah sangat penting untuk membentuk karakter disiplin dan kepemimpinan siswa di madrasah.

Kegiatan ditutup dengan sesi makan bersama dan foto bersama antara pihak madrasah dan anggota TNI Koramil Karangreja. Pihak madrasah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan TNI dalam membina kedisiplinan dan semangat nasionalisme di lingkungan MI Negeri 2 Purbalingga.


Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan MI Negeri 2 Purbalingga semakin disiplin, kompak, dan profesional, serta mampu menularkan nilai-nilai kedisiplinan dan cinta tanah air kepada peserta didik.

 

News writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Ahmad Fauzi

 

Wali Murid MI Negeri 2 Purbalingga Antusias Ikuti Kegiatan Konsultasi Belajar

Purbalingga, 4 Oktober 2025 — MI Negeri 2 Purbalingga menggelar kegiatan Konsultasi Belajar yang diikuti oleh seluruh wali murid dari kelas I hingga kelas VI pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Kegiatan berlangsung di kelas masing-masing dengan suasana yang penuh keakraban.

 

 

Kegiatan konsultasi belajar ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi dan kerja sama antara pihak madrasah dan wali murid dalam memantau perkembangan belajar peserta didik. Melalui kegiatan ini, wali murid mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan guru terkait hasil belajar, sikap, serta perkembangan karakter anak selama triwulan pertama tahun pelajaran 2025/2026.


Kepala MI Negeri 2 Purbalingga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara madrasah dan wali murid.




 

Yang menarik, khusus untuk kelas I, kegiatan konsultasi belajar diisi dengan penampilan dari para siswa. Siswa kelas IA memperlihatkan hasil pembiasaan mereka melalui hafalan Kitab Aqidatul Awam di hadapan para orang tua, sebagai wujud pembiasaan keagamaan yang telah mereka kuasai selama triwulan satu ini. Sementara itu, kelas IB memperagakan gerakan dan bacaan salat dhuha dengan tertib dan penuh semangat, menunjukkan penerapan nilai-nilai ibadah dalam kegiatan sehari-hari di madrasah.

 

 

Para wali murid tampak bangga dan terharu menyaksikan penampilan anak-anak mereka. Kegiatan ini menjadi momen yang berkesan, karena selain memperkuat hubungan antara guru dan orang tua, juga memberikan apresiasi terhadap capaian belajar siswa secara nyata.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi konsultasi secara face to face. Wali murid berdialog langsung dengan wali kelas untuk membahas perkembangan kognitif, afektif maupun psikomotorik anak.


 

Melalui kegiatan ini, MI Negeri 2 Purbalingga berharap terjalin hubungan yang harmonis antara madrasah dan orang tua siswa, serta tercipta lingkungan pendidikan yang saling mendukung demi terwujudnya generasi yang cerdas, berakhlak, dan berkarakter Islami.

 

 

News writer: Khunafatul Arrofah

Editor: Achmadi

Photo: Wahyu Setiawan

 


Dua Murid MIN 2 Purbalingga Lolos Penyisihan KSNR ke-8 Tingkat Kabupaten/Kota

    Purbalingga (14/09/26) — Kabar membanggakan datang dari dua murid MIN 2 Purbalingga yang berhasil lolos dalam babak penyisihan Kompe...