Purbalingga
- MI
Negeri 2 Purbalingga resmi memulai langkah awal menuju Sekolah Adiwiyata dengan
melaksanakan tahap pertama berupa Sosialisasi dan Pendampingan Sekolah
Adiwiyata, hari ini (Sabtu 31/01/2026). Kegiatan ini menghadirkan Tim Sekolah
Adiwiyata dari MI Istiqomah Sambas Purbalingga sebagai pendamping, dengan
dipandu oleh Erna Marifah, Kabid Kesiswaan, yang bertindak sebagai narasumber
utama.
Kegiatan
ini diikuti oleh Kepala Madrasah, para pendidik, serta tenaga kependidikan MI
Negeri 2 Purbalingga. Sosialisasi berlangsung hangat dan interaktif, para
peserta tampak antusias mengikuti kegiatan, menyimak pemaparan materi, serta
mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknis pelaksanaan program Adiwiyata.
Narasumber pun menanggapinya dengan tulus dan hangat, sehingga tercipta suasana
diskusi yang dialogis, kolaboratif, dan penuh semangat belajar bersama.
Kegiatan
diawali dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan sesi inti
berupa sosialisasi dan pendampingan Sekolah Adiwiyata. Dalam pemaparannya, Erna
Marifah menjelaskan bahwa program Adiwiyata tidak hanya berorientasi pada
pemenuhan administrasi atau lomba, tetapi lebih pada pembentukan budaya dan
karakter peduli lingkungan di seluruh warga sekolah.
Materi
yang disampaikan meliputi komponen utama Sekolah Adiwiyata, di antaranya kebijakan
sekolah berwawasan lingkungan yang harus tercermin dalam visi, misi, dan tujuan
sekolah. Selain itu, kurikulum dan program kerja madrasah berbasis lingkungan juga
menjadi fokus agar nilai kepedulian terhadap lingkungan terintegrasi dalam
seluruh aktivitas pembelajaran.
Pada
aspek pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, peserta mendapatkan penjelasan
tentang pentingnya integrasi materi lingkungan dalam mata pelajaran dan
kegiatan ekstrakurikuler, serta penerapan proyek pembelajaran kontekstual
(P5/proyek kelas) yang mengaitkan isu lingkungan dengan kehidupan nyata peserta
didik.
Narasumber
juga memaparkan pentingnya kegiatan lingkungan berbasis partisipatif yang
melibatkan seluruh unsur sekolah, mulai dari guru, murid, tenaga kependidikan,
kader Adiwiyata, orang tua dan komite, petugas kebersihan, hingga petugas
kantin. Selain itu, sekolah juga didorong untuk membangun kerja sama dengan
pihak luar seperti puskesmas dan DLHPKP guna mendukung program kesehatan dan
pelestarian lingkungan.
Dalam
hal pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan, dibahas pula praktik nyata
seperti pengelolaan sampah melalui pilah sampah dan bank sampah, penghematan
energi dan air, serta pemanfaatan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari
lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.
Sebagai
strategi memulai dan mengembangkan Adiwiyata, Erna Marifah menekankan beberapa
langkah penting, yaitu membentuk Tim Adiwiyata sekolah, melakukan evaluasi
kondisi lingkungan, menyusun program bertahap dan realistis, memulai dari
kebiasaan kecil namun konsisten, serta mendokumentasikan setiap kegiatan
sebagai bagian dari penguatan mutu dan keberlanjutan program.
Di
akhir kegiatan, Erna Marifah menyampaikan harapannya agar seluruh warga MI
Negeri 2 Purbalingga dapat bersama-sama bahu-membahu menyukseskan program
Adiwiyata, karena program ini tidak akan berhasil jika hanya dikerjakan oleh
satu atau dua orang saja.
Dalam
penutupnya beliau menegaskan,
“Sekolah
Adiwiyata bukan sekadar lomba, tetapi budaya dan karakter. Lingkungan yang
bersih dan sehat mendukung pembelajaran yang nyaman. Kami berharap terjalin
sinergi dan saling belajar antar madrasah.”
Dengan
dimulainya tahap pertama ini, MI Negeri 2 Purbalingga semakin mantap melangkah
menjadi madrasah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
News
writer: Khunafatul Arrofah
Photo:
Ahmad Fauzi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar