Purbalingga
(04/04/26)
- Salah satu muatan yang diujikan adalah IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan
Sosial), di mana siswa diminta menunjukkan pemahaman mereka melalui proyek
kreatif berupa pembuatan diorama tata surya.
Dalam
pelaksanaan praktik tersebut, siswa bekerja secara kelompok untuk merancang dan
membuat model tata surya secara sederhana namun informatif. Mereka menggunakan
berbagai bahan seperti Stirofoam, cat air, tusuk gigi dan perlengkapan lainnya
untuk menggambarkan susunan planet yang mengelilingi matahari. Selain
memperhatikan keindahan, siswa juga dituntut untuk menyusun posisi planet
sesuai ukuran dan urutan yang benar.
Terlihat
antusiasme tinggi dari para siswa selama kegiatan berlangsung. Mereka saling
bekerja sama, berdiskusi, dan membagi tugas agar hasil diorama dapat
diselesaikan dengan baik. Kreativitas dan kerapian menjadi salah satu aspek
penilaian dalam ujian praktik ini, selain ketepatan konsep ilmiah yang
ditampilkan.
Guru
pembimbing menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengukur pemahaman
siswa secara langsung sekaligus melatih keterampilan berpikir kreatif dan kerja
sama tim. “Melalui praktik ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi
juga mampu mengaplikasikannya dalam bentuk karya nyata,” ujar Khunafatul
Arrofah.
Hasil
karya diorama yang dibuat siswa menunjukkan variasi ide yang menarik dan penuh
warna. Model planet yang dibuat dengan berbagai ukuran dan warna berhasil
menggambarkan karakteristik masing-masing planet dalam tata surya.
Kegiatan
ini tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga momen berharga bagi siswa
untuk belajar dengan cara yang menyenangkan. Dengan semangat dan kreativitas
yang ditunjukkan, diharapkan mereka semakin percaya diri dalam menghadapi
tantangan ke depan.
News
writer & photo: Khunafatul Arrofah