Purbalingga – MI
Negeri 2 Purbalingga melaksanakan kegiatan diseminasi Implementasi Kurikulum
Madrasah berdasarkan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui regulasi KMA
1503 Tahun 2025. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ina Fitriani, guru kelas
III yang telah mengikuti kegiatan Penguatan Implementasi Kurikulum Madrasah di
Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah. Diseminasi berlangsung selama dua
hari, yakni Jumat, 20 Februari 2026 dan Sabtu, 21 Februari 2026, bertempat di ruang
kelas IA.
Kegiatan diseminasi ini
bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada seluruh pendidik
mengenai arah kebijakan kurikulum terbaru yang menggantikan serta menguatkan
regulasi sebelumnya, yaitu KMA 450 Tahun 2024. Selain itu, kegiatan ini menjadi
momentum strategis dalam menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bersama
dalam meningkatkan mutu pembelajaran di madrasah.
Hari Pertama: Penguatan Konsep
Kurikulum dan Pembelajaran Mendalam
Pada hari pertama, Jumat
(20/2/2026), Ina Fitriani memaparkan secara rinci implementasi Kurikulum
Madrasah berdasarkan KMA 1503 Tahun 2025. Dalam pemaparannya, beliau
menjelaskan bahwa kebijakan baru ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi
juga membawa penguatan pada substansi pembelajaran agar lebih relevan dengan
kebutuhan peserta didik di era saat ini.
Salah satu poin penting yang
ditekankan adalah penguatan kembali konsep pembelajaran mendalam (deep
learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Konsep ini mendorong guru untuk
tidak hanya berfokus pada pencapaian kognitif, tetapi juga membangun
keterlibatan emosional, spiritual, dan sosial peserta didik dalam proses
belajar.
Pembelajaran mendalam
diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, reflektif, dan
aplikatif. Sementara itu, kurikulum berbasis cinta menjadi landasan dalam
membangun suasana pembelajaran yang humanis, penuh empati, serta menanamkan
nilai-nilai akhlak dan karakter mulia pada diri murid. Dengan demikian,
pembelajaran tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk kepribadian
yang utuh.
Hari Kedua: Integrasi Program
dan Perencanaan Pembelajaran
Memasuki hari kedua, Sabtu
(21/2/2026), kegiatan diseminasi berfokus pada pemahaman bahwa pembentukan
karakter murid tidak hanya terjadi di ruang kelas. Ina Fitriani menjelaskan
pentingnya integrasi antara kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler,
serta budaya madrasah sebagai satu kesatuan sistem pendidikan.
Seluruh komponen tersebut
harus dirancang secara selaras dan berkesinambungan agar nilai-nilai yang
ditanamkan dalam pembelajaran dapat diperkuat melalui kegiatan di luar kelas
maupun pembiasaan sehari-hari di lingkungan madrasah. Budaya madrasah yang religius,
disiplin, dan penuh kepedulian menjadi fondasi penting dalam mendukung
keberhasilan implementasi kurikulum.
Selain itu, peserta juga
dibimbing dalam penerapan pembelajaran mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta
(KBC) dalam perencanaan pembelajaran. Guru diarahkan untuk menyusun perangkat
ajar yang tidak hanya memenuhi standar kompetensi, tetapi juga mengintegrasikan
nilai karakter, refleksi, dan pengalaman belajar autentik dalam setiap kegiatan
pembelajaran.
Komitmen Menuju Madrasah
Berkualitas
Melalui kegiatan diseminasi
ini, MI Negeri 2 Purbalingga menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan
kebijakan kurikulum terbaru secara optimal. Seluruh pendidik diharapkan mampu
menerjemahkan KMA 1503 Tahun 2025 ke dalam praktik pembelajaran yang inovatif,
mendalam, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Dengan semangat kolaborasi dan
pembaruan berkelanjutan, MI Negeri 2 Purbalingga optimis dapat mewujudkan
madrasah yang unggul, berkarakter, dan mampu mencetak generasi yang berilmu,
berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
News writer: Khunafatul
Arrofah
Photo: Ahmad Fauzi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar